Jenis Disinfektan Yang di gunakan di Indonesia

Ada sejumlah jenis Seprotan  Desinfektan yang dikenal pada ketika ini antara beda Desinfektan Udara, Aldehid, Clorin, Iodin, dan Phenol. Pertama, Desinfektan udara (Air Desinfectan), seringkali ada zat kimia berupa gas yang dapat mensterilkan mikroorganisme yang tersuspensi di udara, pemakaiannya terbatas guna permukaan dan mesti didispersikan baik sebagai Aerosol atau uap dengan fokus yang lumayan di udara. Jenis desinfektan ini seringkali menggunakan Penicillium crysogenum dengan sekian banyak glikol, khususnya propilen glikol dan tertilen glikol. Alkohol diperbanyak senyawa Kation Amonium Kuarter adalah desinfektan yang diamini sebagai desinfektan ruang belajar rumah sakit, yaitu guna sterilisasi perlengkapan medis laksana termometer oral, jarum dan spuit injeksi dan sebagainya, serta umumnya dipakai Ethil alkohol dan Isopropil alkohol dengan fokus 60-90%, tidak mempunyai sifat kerosif, cepat menguap tetapi dapat merusak bahan tercipta dari karet/plastik.
Selanjutnya yang kedua yakni desinfektan jenis Aldehid, yakni salah satu kumpulan senyawa karbonil yang mempunyai gugus karbonil yang sehubungan dengan atom hidrogen pada ujung rantai induknya, mempunyai sifat sporacidal dan fungicidal, di mana beberapa dinonaktifkan oleh bahan organik dan kegiatan residualnya rendah. Turunan aldehid laksana formaldehid, paraformaldehid, dan glutaraldehid bekerja mendenaturasi protein sel bibit penyakit, mempunyai spektrum luas, mempunyai sifat stabil, persisten, biodegradable, dan sesuai untuk desinfeksi sejumlah material peralatan. Namun senyawa ini mudah memunculkan resistensi, berpotensi sebagai karsinogen, dan dapat mengiritasi selaput lendir (Larson, 2013)
Ketiga ialah Clorin. Salah satu senyawa sangat aktif merupakan Asam Hipoclorit yang berperan menghambat oksidasi glukosa di dalam sel mikroorganisme yakni dengan teknik menghambat enzim yang tercebur dalam metabolisme karbohidrat. Clorin memiliki keunggulan yaitu gampang digunakan, lebih luas dalam membunuh mikroorganisme laksana bakteri gram positif dan negatif. Kelemahannya mengakibatkan korosif pada pH rendah, di samping cepat terinaktivinasi bila terpapar senyawa organik tertentu. Umum digunakan untuk mendesinfeksi air minum masyarakat oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dan airnya tidak baik guna melarutkan vaksin.
Baca Juga: Keuntungan dari Cemaran yang Hilang Saat Proses Sanitasi
Keempat yaitu Iodin. Iodin adalahdesinfektan yang lumayan stabil dan mempunyai masa simpan panjang, di antara senyawa iodin yang sering dipakai sebagai desinfektan merupakan iodol yang aktif mematikan seluruh bakteri namun tidak aktif mematikan spora, non-korosif (tidak menyebabkan karat) dan gampang terdispersi (terurai). Biasa dipakai untuk mendesinfeksi air guna jumlah kecil, di mana 2 tetes iodin dalam larutan etanol dapat mendesinfeksi 1 liter air jernih.
Terakhir ialah Phenol. Phenol pada lazimnya dikenal dengan nama pasaran Lisol dan Kreolin, mempunyai sifat toksik, stabil, tahan lama, berbau tidak sedap dan mengakibatkan iritasi kulit. Phenol bahan anti-bakteri yang lumayan kuat dalam fokus 1-2% dalam air. Mekanisme kerjanya dengan menghancurkan dinding sel dan mengendapkan protein sel mikroba sampai-sampai terjadi koagulasi dan kegagalan faedah sang mikroba

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *