SEJARAH K3 ( KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA )

1. Era revolusi industri (abad XVIII)
Pada era ini hal-hal yang turut memprovokasi perkembangan K3 ialah penggantian tenaga fauna dengan mesin-mesin laksana mesin uap yang baru ditemukan sebagai sumber energi
2. Era industrialisasi
Sejak era revolusi industri di atas hingga dengan pertengahan abad 20, pemakaian teknologi semakin berkembang sampai-sampai K3 pun mengikuti pertumbuhan ini. Perkembangan K3 mengekor pemakaian teknologi (APD, safety device, interlock, dan alat-alat pengaman)
3. Era Manajemen
Keterpaduan seluruh unit-unit kerja laksana safety, health dan masalah lingkungan dalam sebuah sistem manajemen pun menuntut adanya kualitas yang terjamin baik dari aspek input proses dan output. Hal ini diperlihatkan dengan timbulnya standar- standar internasional laksana ISO 9000, ISO 14000 dan ISO 18000.
4. Era Mendatang
Perkembangan K3 pada masa yang bakal datang tidak melulu difokuskan pada persoalan K3 yang ada sekedar di lingkungan industri dan
pekerja. Perkembangan K3 mulai menyentuh aspek-aspek yang sifatnya publik atau guna masyarakat luas.

Jual rompi proyek murahSejarah Perkembangan Kesehatan dan Keselamatan Kerja tidak diketahui kapan tepatnya. Namun pengerahan tenaga kerja bahwasannya sudah setua usia insan di bumi ini dan bersamaan dengan tersebut juga adanya proses pengupahan untuk tenaga kerja.Yang dikenal sebagai Bapak K3 yakni Bernardin Ramazzini, dengan bukunya De Morbis Artrificum Diatriba yang menguraikan tentang sekian banyak jenis penyakit yang timbul sehubungan dengan pekerjaan.
Ada sejumlah konsep Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang menjadi point urgen dalam lintasan sejarahnya di dunia dan terutama yang terjadi di Indonesia mulai zaman penjajahan sampai merdeka. Berikut cerminan singkatnya inilah ini :
• 1. Konsep K3 Pada Zaman Revolusi Industri:
Di mulai saat terjadi Revolusi industri, Terutama di eropa pada abad 18. Peran insan mulai digantikan oleh mesin.
Lahir suatu aturan yg dinamakan “Common Law Defence”(CLD). CLD berintikan 3 (tiga) hal: Contributing negligence, Fellow servant rule, & risk assumption.
Akibat adanya desakan dari kaum industrialis yang mempunyai kesadaran K3, hadir konsep “EMPLOYERS LIABILITY” yang menata bahwa K3 menjadi tanggung jawab seluruh pihak dalam lingkungan industri yakni pengusaha, pekerja/buruh & masyarakat umum.
Lahir teori domino oleh H.W.HEINDRICK (1913).
Lahir teori ”Loss Control Management” & ”Risk Management” yg sehubungan erat dengan konsep K3.
• 2. Konsep K3 pada Zaman Penjajahan Belanda
Adanya pengerahan tenaga kerja melewati perbudakan.
Tahun 1816,sebuah lembaga yg bertujuan menghapuskan perbudakan didirikan oleh Sir Thomas Stanford Raffles.
Tahun 1818, diputuskan UUD Hindia Belanda yakni ”Regreling Reglement” yang sejumlah pasalnya tidak mengizinkan adanya perbudakan
Belanda meratifikasi konvensi ILO No.29 yang dituangkan dlm Staatsblad 1933 No.261 mengenai larangan kerja rodi/kerja paksa.
Tahun 1908,bbrp anggota parlemen Belanda yg peduli pada nasib pekerja mendesak supaya memberlakukan ketentuan K3 di wilayah ”Nederland Indie”.
Peraturan Keselamatan Kerja yang kesatu diterbitkan Oleh Pemerintah Hindia Belanda pada Tahun 1910.
• 3. Konsep K3 pada Zaman Penjajahan Jepang
Adanya pengerahan naker melewati perbudakan (romusha).
Konsep K3 yang di bina oleh pemerintah Belanda dilalaikan oleh Jepang.
• 4. Konsep K3 pada Zaman Kemerdekaan
Lahirnya sejumlah peraturan diantaranya yakni : UU No.12 tahun 1948 mengenai kerja, UU No.14 tahun 1969 mengenai Ketentuan-Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja dan UU No.1 Tahun 1970 mengenai Keselamatan Kerja.
Implementasi K3 pada mula masa pemerintahan ORDE BARU paralel dengan konsep Pembangunan nasional.
Adanya UU No.23 tahun 1992 mengenai Kesehatan yang sudah di amandemen menjadi UU NO.36 Tahun 2009, UU No.13 tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan dan UU No.3 thn 1992 mengenai Jaminan Sosial Tnaga Kerja.
Demi Mewujudkan tenaga kerja yang sehat, selamat, kompetitif & produktif, pemerintah pun membentuk Lembaga Higiene Industri di dua Departemen/Kementerian yakni di Departemen/Kementerian Tenaga Kerja dan Di Departemen/Kementerian Kesehatan.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *